The Old Blog of Andiordi





Agak sedikit ragu sebenarnya ketika aku memberanikan diri menempatkan hari-hari berjalan tidak boleh diisi dengan kegalauan seharipun, bahkan disaat kita belum punya sedikit waktu untuk bisa bertatap wajah, dan disaat hati-hati kita masih terbilang unstable emotionally atas kondisi kita masing-masing. 

Tapi setidaknya, ini adalah titik awal positif untuk aku memasuki fase lain dalam hidup aku dan meninggalkan fase sebelumnya yang telah dengan tidak sadar aku langgengkan bersama segala bentuk suasana hati yang haru biru dengan varian aura negatifnya yang mendominasi berganti-gantian.

Tidak sehat, tidak sehat untuk aku dan tidak sehat untuk orang-orang yang ada di lingkungan aku.

Hidup aku yang penuh kegundahan butuh penyelesaian pada masing-masing ritmenya yang tidak  beraturan. Bukan, bukan karena aku menyukai kemonotonan, tapi ritme yang kacau itu, ya sebut saja kacau karena memang halnya tidak terbaca memiliki tren dan pola. Ritme yang kacau itu membuat aku sudah sangat lelah dengan apa yang aku jalani sekarang. Aku butuh ritme hidup yang tren dan polanya lebih terarah pada tujuan-tujuan yang jelas, dan titik awal penyelesaiannya ada di sini #MenunjukHati#.

Aku perlu berbenah hati. Dan kamu, kali ini kamu yang menjadi basis untuk aku bisa berbenah hati dan menghapus semua luka yang ada. Aku sudah terlanjur menaruh harap sebenarnya, mungkin terlalu cepat, harapannya kamulah pilihan yang tepat.

Hari ke-3 di #7HariTanpaGalau, kita sudah mulai memasuki obrolan hati sebelum akhirnya kita punya waktu yang lebih panjang untuk bisa saling membaca lebih dalam tentang siapa dan bagaimana masing-masing kita. 3 hari dengan ritme yang cukup menyenangkan, tren eksponensial dengan pola yang cukup teratur. Sekali lagi, aku agak sedikit khawatir sebenarnya, karena seperti ada katalis yang membuat prosesnya terakselerasi sempurna. Dan katalisnya adalah kehausan kita untuk merasakan cinta yang sesungguhnya, semoga bukan justru pelampiasan dari kelamnya masa lalu kita.

#7HariTanpaGalau, hari ke-3: kamu bilang, “Jujur, aku merasakan kenyamanan itu”.

Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)