The Old Blog of Andiordi





"dan saya katakan, saya memang terlalu bodoh untuk menangkap cinta ketika sudah di depan mata, haha.." - @andiordi

I was dancing like crazy, bukan karena saya sedang mabuk, well, I don't drink alcohol, at least from the last 3 months and on (kalorinya tinggi bo', hahaha...) tapi karena momen-momen seperti itu selalu mengingatkan saya dimasa 3 atau 4 tahun yang lalu dimana saya sedang sangat gandrung-gandrungnya menikmati nite crowd on the dance floor yang akhirnya saya sadari saya masih sangat menyukainya hingga sekarang. I would never give a fcuk to what others think about my dancing, what I know, I'm sexy when I dance! *digampar sejuta umat* :))

But then, there was a guy who's looking at me with smile, dia melemparkan senyumnya dengan kalimat tanpa bicara, "mari berdansa dengan saya!" tetiba saya berada persis di depannya. Saya hanya bisa mengingat senyum manisnya, itu saja... tidak banyak bicara, hanya sebias basa-basi perkenalan biasa yang terhalang hingar bingar degup musik yang menusuk hingga ke jantung. Lalu saya tidak tahu lagi harus bicara apa selanjutnya, dan entah setan apa yang ada dalam pikir saya, saya merasa harus meninggalkannya begitu saja.

Saya melihatnya menaruh mata berkali-kali dari kejauhan sana, saya melihatnya... saya kembali ingin ada di dekatnya tapi tak kuasa. Berusaha mendekat tapi tak bisa, keangkuhan saya yang kemudian membentuk malu dan membatasi saya.

Dalam hati, saya ingin kenal dia... saya ingin kenal dia!

Tapi, hingga waktunya usai, keangkuhan ini tak juga turut kunjung usai. Kemudian terpisah memasuki kehidupan berikutnya, dan #KemudianMenyesal karena belum kenal!

Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)