The Old Blog of Andiordi



Ketika ditanya, "Apakah kamu yakin pada eksistensi Ketuhanan?", Saya akan seketika menjawab, "Ya, Saya meyakini eksistensi Ketuhanan." 

Apa alasannya?

Karena saya melihatnya dari bagaimana manusia berperilaku ketika dihadapkan pada kondisi luar biasa. Manusia akan cenderung memanifestasi eksistensi ketuhanannya pada hal tertentu yang diyakininya 'tak terbantahkan' sebagai Tuhan, itu eksistensi Ketuhanan menurut saya.

Bagaimana ketika kondisinya TIDAK luar biasa?

Manusia hanya (cenderung) meminggirkan eksistensinya.


Kemudian ketika ditanya, "Apakah kamu yakin pada eksistensi Tuhan?", tentu saja tanpa juga harus berpikir panjang saya akan menjawab, "Ya, Saya juga meyakini eksistensi Tuhan."

Apa alasannya?

Bukan karena Dia (yang) selalu menjawab doa-doa saya atau sebaliknya, atau 'katanya' lebih suka memberi yang dibutuhkan ketimbang yang diinginkan, tapi karena saya (ingin) mengakui Dia ada dan (akan) harus selalu ada, ada atau tidak adanya saya.

Bagaimana jika itu dianggap bahwa kamu sedang MENUHANKAN delusi?

Setiap orang menuhankan apa yang diyakininya (ternama ataupun tidak ternama) sebagai Tuhan. Dan yang meyakini ketiadaan Tuhan, sejatinya (dalam posisi tak terbantahkan) akan meninggikan argumentasi keyakinannya tentang ketidak-yakinannya bahwa Tuhan ada /dengan kata lain/ menuhankan ketidak-yakinannya bahwa Tuhan ada /atau/ (tidak diakui) sedang menuhankan keyakinannya tentang ketiadaan Tuhan/ berketuhanan tanpa memanifestasikan eksistensi Tuhan-nya. Demikian sebaliknya. Dan saya melepas diri dari pandangan berbeda orang lain yang diyakininya sebagai tak terbantahkan.


Apakah manusia bermoral karena Tuhan?

Manusia bermoral bukan karena Tuhan, tapi karena keyakinannya pada hukum atraksi dengan atau tanpa berlandaskan Ketuhanan.



Disclaimer: QA ini hanya untuk konsumsi pribadi
sebagai manifestasi keingin-tahuan dan kebebasan berpikir!

Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)