The Old Blog of Andiordi





Mungkin terlalu naif bagi banyak orang ketika gue katakan, gue ngga butuh pacar, tapi partner masa depan.

Ketika fase-fase pembelajaran dalam berelasi telah gue lalui dengan jalan yang tidak cukup mudah, prinsip itu kemudian terbuat. Tidak sedikit yang tetiba menyembunyikan tawa dibalik jari-jarinya disaat gue menyatakan hal tersebut, dan tidak sedikit juga yang kemudian tersenyum sinis sembari berkata, "Baiklah, semoga sukses dengan pengharapannya", bahkan ada juga yang dengan entengnya menambahkan, "Jangan sampe kayak gue yah yang akhirnya mendapat label Jomblo Abadi, I've been there and done that!"

Beruntungnya, virgorian yang satu ini bisa lebih tenang menghadapi perbedaan pandangan tersebut, dan beruntungnya lagi gue bisa dengan mudah membaca gelagat-gelagat Pemberi Harapan Palsu a.k.a PHP hingga kemudian bisa dengan cepat mengeliminasi mereka jikanya hadir hanya untuk selintasan saja. Tapi, disisi yang lain, gue termasuk salah satu yang ngga cukup berpihak dengan pengistilahan PHP, karena menurut gue hal itu cuma bentuk kambing hitam dari orang-orang yang terlambat menyadari dirinya telah diperdaya oleh kebutaannya sendiri yang kebetulan dipertemukan dengan sosok-sosok anti-komitmen baik yang temporer maupun permanen.

Ok, biarkan dunia berputar apa adanya, mereka punya alasannya sendiri-sendiri untuk menikmati hidup, sama halnya dengan alasan kuat yang dimiliki oleh orang-orang yang bisa dengan mudah mendapatkan partner sesaatnya kemudian meninggalkannya disaat yang berbeda, gue mengapresiasi pandangan positif setiap orang dalam berelasi.

Yang menjadi masalah saat ini adalah, ketika prinsip berelasi tersebut gue tanamkan dalam diri gue, gue selalu dihadapkan oleh tantangan-tantangan yang jauh lebih ngga mudah ketimbang penetapan prinsipnya. Ternyata, dibalik penetapan prinsip berelasi akan selalu ada kriteria pilihan pasangan yang secara otomatis terbentuk dan ngikutin prinsip tersebut. Dan bodohnya kriteria tersebut kebanyakan jatuh pada orang-orang yang telah menjalin komitmen dengan pasangannya, hahaha...

Mencintai pacar orang! itu kalimat mudahnya :)

Dan dalam fase ini, untuk periode yang berurutan, sedikitnya gue telah menaruh hati pada dua orang yang sedang menjalin komitmen. Kemudian jalan terbaik untuk kondisi ini adalah, Muntaber aka Mundur Tanpa Berita, Sedih yah... hahaha...

Semesta selalu punya cara yang indah untuk memberikan pembelajaran :)


Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)