The Old Blog of Andiordi




Sialnya gue ga tau harus mulai cerita dari mana, hahaha... dan 'rasa' itu baru gue sadari sekarang padahal gue udah kenal dia sejak setahun yang lalu. Oh God, dibulan yang sama ternyata, hahaha... well, setahun kurang empat hari tepatnya, tapi perkenalan yang dulu ngga cukup mampu membuat gue terpaku hati pada dia karena masa itu gue masih terkurung komitmen dengan si mantan, dan untuk Virgorian kayak gue, jika berada dalam kondisi seperti itu maka si alam bawah sadar akan segera memerintah otak untuk secara otomatis memasang bandana mata dimanapun berada agar menutup sempat berpaling hati. Like, none deserve my love but my bf lah pokoknya, hahaha...

Sebut saja Piscerian. Dia muncul kembali disaat gue dalam kondisi bersendiri, seperti mendapat sengatan Maha dahsyat, auranya menusuk hati berkali-kali di 5 hari bersama.

Teringat sekurangnya dua minggu lalu, seorang teman perempuan muda di Jogja beropini, "Aku ngga abis pikir orang cakep dan baik kayak Ka' Andi kok bisa sih lama-lama berjomblo ria?" Ok, sebut saja itu cuma pujian menyemangati, atau bisa jadi gue yang terlalu ke-ge'er-an, but I can swear to you kalo pernyataan itu benaran pernah ada. Dan jawabannya gue dapatkan dari orang yang berbeda, "Kamu seperti menggantung diri pada tiang yang terlalu tinggi, sayang... jadi kamu ngga akan pernah bisa tau kalo sebenernya ada cukup banyak orang yang merasa kesulitan menjangkau kamu, bahkan untuk sekedar melihat kamu lebih dekat," kata seorang sahabat di Bogor beberapa hari yang lalu.

"Really??" teriak hati gue...

"Iya darling, setidaknya itu yang bisa aku baca dari event terakhir di Bogor pas aku ajak kamu dulu, mereka cuma bisa nanya ke aku, dan ngga punya cukup keberanian untuk deketin kamu," lanjut si sahabat Bogor.

Baiklah, gue setuju kalo kita bisa bersepakat untuk sementara tidak berfokus pada tiupan-tiupan surga kalimat pujian itu, paling tidak tulisan ini memang sama sekali bukan ditujukan untuk memuji-muji diri sendiri tentunya, haha...

Lalu kemudian Piscerian itu berhasil memesona hati gue... membentuk rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan rasa yang pernah gue punya saat bertemu lelaki asing berusia muda di lapangan badminton beberapa waktu yang lalu. 

Sayangnya Piscerian ini terlalu pandai mengelola etika, sehingga membuat gue sama sekali ngga bisa membaca, apakah dia punya rasa yang sama atau tidak? Takutnya hanya berujung luka karena salah menerka rasa. Ditambah lagi dengan gundukan sesal yang kemudian muncul ketika teringat bahwa gue telah pernah dengan sengaja melewatkan beberapa kesempatan berdua dan berbagi cerita begitu saja saat bersama dia. Seperti ditoyor dari berjuta arah, rasanya.

Masa bersama kini telah lewat dan entah kapan waktu bersama itu kembali ada, kemudian gue menyadari adanya timbunan rindu yang begitu kuat, dan gue sama sekali ngga tau rindu itu mau ditaruh dimana. 

Sik Asik, Saya sedang galau (lagi) rupanya, hahaha...



Song: Sik Asik @ArdoSebastian's Cover

Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)