The Old Blog of Andiordi




Kala itu satu hari menjelang dua bulan menjalani perpisahan, untuk pertama kalinya hatiku bagai remuk redam mengenang mimpi yang ku alami semalam. Rindu ini begitu membuncah tak keruan laiknya ingin pelukan yang biasa dilakukan.

Kala itu, kemudian aku menghubungi dia memohon pertimbangannya untuk kembali, kembali seperti dulu lagi, menjalani cinta yang tidak biasa menurut kita berdua, juga menurut mereka. Aku rindukan dia, sangat rindukan dia, tapi apa yang aku minta ternyata tidak serupa keingininan yang aku punya, karena dia kata, dia tidak lagi miliki rasa yang sedianya ada.

Kehancuran bergelayut menertawakan keadaan...
Kemudian semuanya hanya tinggal kenangan...

Terkutuklah aku yang menyombongkan diri dengan keteguhan tanpa pertimbangan. Bayangannya tidak bisa hilang sedetikpun, hingga mampu membongkar bendungan air mata karena perih yang tak pernah aku duga sebelumnya.

Aku sayang dia...
Semoga berbahagia dengan sosok barunya :’)

Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)