The Old Blog of Andiordi

Lanjutan dari...

Saya punya beberapa teman yang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai heteroseksual setelah menyadari dirinya homoseksual, 'menyadari' dalam hal ini dimaksudkan sebagai: pernah menjalani kehidupan seksual sejenis, telah melewati fase penyadaran hingga akhirnya bisa berdamai dengan hati dan menerima kesejatiannya sebagai homoseksual. Hidup adalah susunan dari banyak fase yang harus dilewati, hingga akhirnya teman-teman saya tersebut menemui fase dimana dia 'harus' meninggalkan kesejatiannya untuk menjalani kehidupan mainstream. Beberapa diantaranya terjadi karena konflik relijiusitas psikis, requestioning self, takut membayangkan kesendirian dihari tua, dan seterusnya.

Sukses?

Ya, mereka sukses menjalani kehidupan seperti yang mereka inginkan (saat itu), dalam tanda kutip, dengan segala tekanan faktor eksternal yang mengalahkan kesejatiannya. Bahkan ada yang justru menjalankan misi-misi pencerahan agar teman-teman masa lalunya bisa menjalani kehidupan yang sama persis dengan fase yang dia lewati.

Saya kembali diingatkan dengan hal ini ketika saya membaca sebuah artikel beberapa minggu yang lalu  di John Paulk Formally Renounces, Apologizes for Harmful 'Ex-Gay' Movement. Saya tidak ingin banyak berkisah tentang siapa dan mengapa John Paulk, tapi apa yang saya dapat dari tulisan itu dan beberapa pengalaman yang saya dapat dari teman saya, adalah:

Catatan ketiga, "Homoseksualitas bukan pilihan hidup! Dia ada dan memang seperti itu adanya"


Categories:

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)