The Old Blog of Andiordi

I ain't put myself to be against of same sex marriage, though. I do have a dream to be a part of that beautiful moments, either in a way I attend my closest friends same sex wedding or me myself and my beloved future partner have that opportunity to be legally married in this country, my motherland. But the later question is, "are we ready enough for that yet?"

Banyak teman yang seperti terlihat membelokkan prioritas pergerakannya mengikuti capaian negara-negara yang telah sampai pada fase memperjuangkan hak pernikahan sejenis yang kebanyakan diantaranya adalah dunia barat. Belumlah cukup upaya yang dilakukan untuk menjawab klaim yang menyatakan bahwa homoseksualitas adalah invasi dunia barat untuk menggerus budaya kita, sudahkah hal itu diluruskan? Tidak cukup dengan mengirimkan curhat pribadi ke petinggi-petinggi negara dalam meluruskan hal itu, tapi tunjukkan dengan bukti-bukti yang akurat bahwa klaim mereka adalah klaim yang salah kaprah. Homoseksualitas di dunia ini memiliki sejarah yang sangat panjang yang bisa dijadikan bantahan atas klaim tersebut.

Butuh kehati-hatian ekstra ketat dalam menempatkan peta pergerakan. Kita hidup di dunia yang penuh stigma, hal kecil yang dilakukan bisa menjadi stigma besar yang cukup mampu membuat pergerakan menjadi mati langkah. Please be careful and be aware of our community!

Dunia barat butuh sekurangnya 200 tahun lebih untuk bisa menjadi seperti sekarang, fase yang mereka jalani saat ini berada beberapa langkah di depan dunia timur. Dalam kondisi itu tentunya prioritas mereka juga akan berbeda dengan prioritas pergerakan yang ada di dunia timur, terlebih di Indonesia yang masih galau dalam peta posisi "Democratic country" atau "Islamic country".

Masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan terlebih dulu sebelum bisa melangkah di garis yang sama dengan negara-negara yang telah memperjuangkan hak pernikahan sejenis. Dan tugas-tugas tersebut bisa dikerjakan secara paralel walaupun tingkatannya berbeda. Tujuan utamanya adalah penerimaan atau acceptance; penerimaan personal, penerimaan lingkungan terdekat, penerimaan masyarakat luas, dan penerimaan negara terhadap eksistensi komunitas LGBT di negri ini. Dan tujuan besarnya adalah ditegakkannya Hak-Hak Asasi Manusia yang benar-benar berlaku universal bagi seluruh umat manusia.

Bagaimana cara mendapatkan penerimaan tersebut? Jawabannya ada pada seberapa jauh pemahaman komunitas dan masyarakat luas terhadap keragaman orientasi seksual, identitas jender, dan ekspresi jender yang telah diakui oleh badan-badan dunia. Seberapa jauh pemahaman komunitas dan masyarakat luas terhadap universalitas hak-hak asasi manusia, dan lain sebagainya.

"are we ready enough for that yet?"

Categories:

2 Responses so far.

  1. Anonymous says:

    baru mampir di sini
    menarik.

    priya

  2. andiordi says:

    Hi Priya,

    Selamat datang dan Terima kasih
    dan Selamat, anda adalah komentator pertama di Blog saya, hahaha...

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)