The Old Blog of Andiordi


Ada kondisi dimana aku seakan tidak tahu apa yang ingin aku lakukan, menatapi sebidang layar kaca yang tengah memutar lagu-lagu kesukaanku, menghayati dentingan liriknya yang selalu menyadarkan kesendirianku.

Disaat yang sama khayalku kemudian berlari menuju lingkaran imaji, ditiap jaraknya menyimpan banyak tanya dan satu per satu harus ku temukan jawabnya. Seketika sekelebat bisik terdengar jelas ditelingaku, "Kamu lelaki penyendiri, tertawa dalam sepi, menangis dalam sembunyi."

Adakalanya menyendiri sungguh membuat aku tak tahankan diri, menganggu gerak fikir yang ingin lepas dalam tali kekang sepi, tapi disaat yang berlainan, sepi justru menjadi teman terbaik untuk menemukan kesejatian diri.

Aku ingin ada kamu disini, menemaniku dalam langkah teratur dan membawa asa ke arah yang baru, menjadi orang baru serta hidup dalam dunia tanpa haru. Bilakah kamu datang untukku, bilakah waktu menyatu untuk kamu dan aku, menyadarkanku dengan segala kekuranganku dan menjunjungmu dengan segala kelebihanmu, terpaut dalam ikatan biru merah jambu.

Aku tahu kamu masih tergantung jauh disana, lelakiku. Betapapun aku sangat merindukan saatnya tiba, aku ingin kamu hadir sebagai sosok pencinta, penghapus dahaga atas rindu yang tak ternoda. Cepat datang! karena aku tak ingin hilang tanpa kasih sayang.


note: hanya sebuah tulisan lawas yang patut diangkat kembali

Categories:

2 Responses so far.

  1. nice :) boleh aku pake untuk lirik lagu ?

  2. andiordi says:

    Silakan, tapi mohon untuk tidak lupa menyertakan kredit untuk penciptanya.

Leave a Reply

Kotak komentar ini sengaja dibuat termoderasi, bukan untuk tujuan membatasi hak anda dalam berpendapat dan berekspresi, tapi lebih untuk menjaga kenyamanan kita bersama (khususnya saya sebagai pemilik blog ini) dalam menikmati kebebasan dunia maya :)